Robi menguraikan, kegiatan ini sangat tepat diberikan kepada siswa mulai usia dini, karena museum dapat membuka jendela dunia yang mampu membuka mata terhadap sejarah kehidupan, melalui pengenalan koleksi museum sekaligus mengetahui perjalanan panjang perjuangan di masa lalu.
“Selain itu, kunjungan pelajar ke museum ini juga diharapkan mampu meningkatkan imajinasi dan rasa ingin tahu anak. Karena siswa PAUD maupun SD bisa mempelajari banyak hal,” urainya.
Para siswa tingkat PAUD maupun SD tidak hanya sekedar berkunjung dan mendengarkan cerita dari para pemandu museum (guide). Namun, mereka juga diajak menelusuri peninggalan-peninggalan sejarah yang ada di museum Sumenep.
Termasuk mengunjungi Taman Sare yang merupakan peninggalan Potre Koneng atau permaisuri Kerajaan di Sumenep, pada abad ke-18.