Dalam kontestasi bonsai ini ada beragam kelas yang dilombakan. Mulai dari kelas bintang atau kelas utama dengan 30 kontestan. Dari 30 peserta itu nantinya akan diambil 10 besar.
"Kegiatan ini bertingkat, dari mulai tingkat regional, madya, dan prospek. Kalau prospek itu masih ada kawat, belum bisa dikatakan bonsai. Hanya saja prosesnya sudah mau masuk ke bonsai, arahnya kesana," paparnya.
Diketahui, Sumenep menjadi sentra antau pegiat bonsai terabik di Indonesia. Hal ini dikatakan Teguh. Menurut dia, Kabupaten Sumenep memiliki spesies khusus bonsai berkelas. Yakni bonsai Cemara udang yang belum ada daerah lain. Sementara harga bonsai sendiri tak tanggung-tanggung, bisa mencapai hingga Rp 2 miliar.
"Kita di Sumenep ini memiliki spesies bonsai langka. Makanya banyak yang kaget," tandasnya.