Ia menegaskan, setelah adanya polemik dan setelah adanya pemberitaan kalau proyek itu miliknya, dirinya langsung turun ke lokasi.

"Pada intinya, meskipun proyek itu bukan milik saya, saya langsung turun ke lokasi proyek. Dan sepertinya realisasi proyek itu sudah diperbaiki oleh pelaksananya," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kalau proyek TPJ tersebut dikatakan milik Kepala Desa Mapper oleh salah seorang warga bernama H. Fateha yang mengaku pelaksana dari proyek di Desa Rekkerrek tersebut.