"Kami minta, agar SLCN ini diselenggarakan tidak hanya di Kecamatan Pasongsongan, kalau bisa di Kepulauan Sumenep lainnyya. Sehingga, nanti masyarakat Sumenep dapat mengetahui pengetahuan bagaimana mencari ikan dan dimana lokasi ikan yang banyak dengan menggunakan teknologi dan informasi," pintanya.

Sebelumnya, Kepala MKG Jawa Timur, Taufiq Hermawan mengatakan, program SLCN tersebut sebenarnya memiliki dua kegiatan. Hanya saja, adanya beberapa ada kepentingan yang mendesak, kata Taufiq, SLCN diselenggarakan di dua lokasi.

Diantaranya Kabupaten Sumenep, dan Kabupaten Trenggalek. Pihaknya menyebut, BMKG Tanjung Perak sebagai garda terdepan sebagai pelaksana acara tersebut.

"Acara ini menggandeng steckholder kami, yaitu para kelompok nelayan yang ada di Sumenep untuk kita lakukan edukasi tentang pemahaman cuaca kemaritiman. Sehingga nelayan bisa aman dalam melaut dan sudah mulai berparadigma melaut itu mereka sudah menangkap ikan, bukan lagi mencari ikan dari informasi-informasi kemaritiman yang dihasilkan BMKG Tanjung Perak," katanya, usai acara, Senin (27/9).