Diduga, Muamri menutup akses jalan yang menuju rumah Sariyeh karena sakit hati sering ditagih hutang.
Bahkan, Disaat menutup jalan menuju rumah Sariyeh, Muamri mengancam akan membacok siapapun yang berani membuka atau memindah kayu yang dibuat menutup jalan.
Baca Juga:Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad Terima Penghargaan Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif
"Pihak keluarga Sariyeh tidak berani membuka pak, karena diancam akan dibacok oleh pihak Muamri," Kata Warga yang juga merupakan famili Muamri.
Lebih lanjut warga mengucapkan terimakasih kepada Polsek Pegantenan yang telah berhasil mendamaikan dua keluarga yang berseteru tersebut. Karena tanpa intervensi pihak kepolisian, Persoalan tersebut tidak akan selesai.