PAMEKASAN, MaduraPost - Prihal statement Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang menuding aksi demo yang dilakukan oleh sekelompok pemuda asal Madura yang tergabung dalam Pamekasan Progress ke KPK RI adalah fitnah, ternyata tidak hanya tuai polemik dan kritikan pedas dari sejumlah kalangan.

Namun sepertinya, hal tersebut kini telah menjadi kontes sikap berbeda pandang yang sangat buruk serta telah menjadi ajang balap lompat etika di tubuh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan.

Pasalnya, dalam bentuk menyikapi statement Bupati Baddrut Tamam yang oleh sebagian elemen masyarakat dianggap aneh dan ngawur tersebut, ada dua orang Wakil Ketua KNPI Pamekasan yang secara substansial kepada media memberikan pernyataan berbeda atau tidak sehaluan. Bahkan, diantara salah satu Wakil Kabid itu diduga kuat bertindak diluar kode etik komite.

Dua orang Wakil Kabid KNPI Pamekasan yang menyikapi tudingan Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan melalui pemberitaan di media berbeda itu adalah bernama Abdus Salam selaku Wakil Ketua KNPI Pamekasan bidang Kebijakan Public &OTODA.

Dalam pemberitaan yang dipublis oleh Media MaduraPost pada tanggal 29 April 2021 kemarin, Abdus Salam (nama yang lebih dikenal) mengkritik statementnya Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan itu dengan mengatakan, kalau Pamekasan" class="inline-tag-link">Bupati Pamekasan itu sudah mulai tidak sehat dalam bersikap.