Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk membentuk karakter peserta didik yang berkualitas dan bermoral. Sehingga acara pagelaran pembacaan Macapat diinisiasi oleh Disdik.
Dalam agenda yang memecahkan rekor pembacaan Macapat terlama di dunia tersebut, juga dihadirkan peserta didik dari sekolah dasar. Usaha itu untuk menumbuhkan minat dari generasi muda akan kesenian Macapat.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Saidi, beberapa waktu lalu mengatakan, kesenian Macapat tersebut digelar untuk mempertahankan dan mengenalkan kembali budaya leluhur yang diprediksi akan punah kepada generasi muda di Kabupaten ujung timur pulau Madura.
Menurutnya, minat anak muda akan kesenian Macapat ini terbilang minim. Dari kekhawatiran tersebut, pihaknya berharap lewat pelaksanaan Macapat akan tumbuh minat untuk belajar kesenian langka itu.