Sosial ekonomi diharapkan, lanjut Muhammad Ali, tumbuh subur baik di bidang perdagangan hingga pertanian. Dirinya tidak mau hasil tanah percaton yang ada di desanya dinikmati sendiri dan itu milik bersama.

"Alhamdulillah hasil pertanian dari tanah percaton seperti gabah dan lainnya, tidak saya bawa kerumah, saya letakkan di balai desa sebagai persediaan ketahanan pangan desa. Semua itu bisa di masak dan di shodakohkan ketika ada kegiatan keagamaan, seperti kegiatan khotmil qur'an di balai desa dan warga yang sangat membutuhkan karena betul-betul tidak mampu," pungkas Kades Alih. (Mp/rai/kk)