“Jika merasa kelelahan atau kurang sehat, jangan dipaksakan. Segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat. Keselamatan dan kesehatan jemaah adalah yang utama,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama menjalani ibadah. Sikap tenang, sabar, dan mampu mengendalikan emosi disebut menjadi bagian penting di tengah padatnya aktivitas dan interaksi dengan jemaah dari berbagai negara.

“Kami mengharapkan, seluruh jemaah haji Kabupaten Sumenep bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, sekaligus saling menjaga dan membantu satu sama lain, demi menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama menjalankan ibadah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Sumenep, Kamiluddin, menyebut jumlah jemaah haji asal Kabupaten Sumenep tahun 2026 mencapai 1.356 orang. Rinciannya terdiri dari 651 laki-laki dan 705 perempuan.

Jumlah tersebut meliputi 1.348 jemaah haji, enam Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua pembimbing ibadah haji dari KBIHU Embarkasi Surabaya.