SUMENEP, MaduraPost - Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 dinilai sebagai saat yang tepat untuk meneguhkan kembali perhatian terhadap nasib pekerja di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Anggota Komisi II Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, Sulahuddin, berpandangan bahwa peringatan tahunan tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni belaka.

Ia menilai, momentum 1 Mei semestinya menjadi ajang evaluasi menyeluruh terhadap realitas yang dihadapi kaum buruh saat ini.

Menurut dia, sejumlah persoalan klasik seperti standar upah yang layak hingga jaminan perlindungan tenaga kerja masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang belum sepenuhnya tuntas.

“May Day harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Pemerintah, pengusaha, dan pekerja perlu membangun hubungan industrial yang harmonis,” ujar Sulahuddin, Jumat (1/5).