Sedangkan perbaikan di sekolah lain, seperti SMPN 5 Sumenep dan SMPN 2 Saronggi, akan diproses menggunakan anggaran daerah yang telah dialokasikan.

"Sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan segera kami ajukan melalui APBD dan disiapkan anggaran delapan miliar rupiah untuk pembenahan," Kamis, (16/4).

Menurut Ikhsan, langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah dalam mencetak generasi muda yang kompetitif dan berdaya saing.

Disdik Sumenep juga terus melakukan inventarisasi terhadap kondisi bangunan sekolah yang memerlukan renovasi, sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal tanpa gangguan berarti.