Muhri menekankan, tumpukan sampah tersebut telah mengganggu masyarakat secara langsung, baik dari sisi kenyamanan maupun keselamatan.

“Ini kan malah mengganggu warga dan pengguna jalan, mulai dari bau sampahnya, dan sampai memenuhi bahu jalan itu sampahnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar DLH tidak menjadikan keterbatasan personel sebagai alasan pembenar lambannya penanganan.

DLH Sumenep jangan sampai beralibi kekurangan personel lah ya, yang ada dimaksimalkan. DLH harus respon dan tanggap persoalan sampah ini,” katanya.

Selain itu, Muhri menyinggung sikap pejabat publik yang dinilai sulit dikonfirmasi ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Ia menegaskan, pejabat tidak boleh menutup diri terhadap kritik dan masukan.