Kegiatan berlangsung selama dua bulan dengan memanfaatkan platform WhatsApp sebagai media pembelajaran.
“Peserta mendapatkan delapan modul pembelajaran yang dibagikan dalam bentuk tautan video YouTube berdurasi singkat, sekitar tiga hingga lima menit setiap materi,” tuturnya, Sabtu (28/2).
Ia berharap, program ini mampu membentuk kebiasaan hidup sehat dan perilaku ramah lingkungan di kalangan siswa sejak dini. Upaya ini dinilai penting agar pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun karakter dan kesadaran sosial.
“Harapannya, para pelajar tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran sosial dan lingkungan yang kuat,” tukasnya.***