Ia menilai, langkah sederhana seperti membagikan takjil memiliki dampak sosial yang berarti dalam membangun kedekatan dan solidaritas.

“Meski sederhana, kegiatan ini bermakna dalam. Setidaknya kami membantu masyarakat berbuka tepat waktu,” ujarnya.

H. Fajar juga berharap, Ramadan menjadi pengingat bagi seluruh elemen lembaga untuk senantiasa mengedepankan keikhlasan dan kepedulian dalam setiap aktivitas.

“Ramadan mengajarkan kita lebih peduli, lebih ikhlas, dan lebih banyak berbagi,” tandasnya.

Ke depan, BPRS Bhakti Sumekar memastikan program sosial selama Ramadan akan terus digelar sebagai bagian dari kontribusi nyata kepada masyarakat.