“RFA menjadi solusi yang lebih aman dan efisien bagi pasien. Ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di daerah juga mampu menghadirkan teknologi setara rumah sakit besar di kota,” kata dr. Erliyati, Jumat (6/2).

Penguatan layanan juga dilakukan melalui digitalisasi. Saat ini masyarakat dapat melakukan pendaftaran poliklinik secara daring, memantau antrean lewat sistem elektronik, serta membayar layanan menggunakan virtual account.

“Langkah ini kami ambil agar masyarakat tidak perlu antre lama. Cukup daftar secara online dan datang sesuai jadwal yang tertera di sistem,” jelasnya.

Perubahan turut terlihat pada peningkatan fasilitas fisik. Peresmian Gedung Poli Terpadu menjadi simbol transformasi menuju layanan yang lebih modern, ramah, dan berorientasi pada kenyamanan pasien. Gedung tersebut menghadirkan sejumlah layanan baru seperti Poli Nyeri, kemoterapi, serta patologi anatomi.