Ia juga mendorong mahasiswa untuk memahami karakter data secara mendalam, terutama di era big data yang menuntut ketepatan analisis agar tidak salah dalam mengambil keputusan.
Sementara itu, Prof. Sutikno memaparkan tiga model pengembangan ekonomi, salah satunya IIRD (Island and Rural Development) yang dinilainya sangat relevan bagi Madura sebagai wilayah kepulauan.
“Potensi ekonomi Madura, terutama di wilayah kepulauan dan pedesaan, masih belum terkelola secara maksimal. Dengan model ini, pengembangan ekonomi desa bisa lebih terarah sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” jelasnya.
Rektor UTM, Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pengukuhan dua profesor baru ini merupakan kebanggaan sekaligus modal besar bagi kampus untuk mempercepat transformasi riset dan akademik.