Selain itu, Prof. Safi juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk memperluas kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan dunia industri dan lembaga energi seperti SKK Migas melalui K3S PHE WMO dan NJO, yang memiliki kepedulian terhadap konservasi pesisir.
“Dengan keterbatasan APBD, sinergi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar upaya pelestarian lingkungan tidak hanya simbolik, tapi benar-benar berdampak bagi ekosistem laut dan masyarakat pesisir,” imbuhnya.
Festival Mangrove ke-8 ini menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran ekologis. Tidak hanya diisi dengan kegiatan penanaman bibit mangrove dan pelepasan biota laut, tetapi juga menjadi pengingat bahwa laut Madura adalah nadi kehidupan yang harus dijaga bersama.***