Menurut Arif, upaya pengentasan kemiskinan di Sumenep berlandaskan pada tiga strategi nasional utama, yakni mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menghapus kantong-kantong kemiskinan di wilayah pedesaan.
Ia menambahkan, Pemkab Sumenep kini lebih fokus pada upaya menciptakan kemandirian ekonomi warga desa melalui optimalisasi Dana Desa (DD) dan penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Sebagian alokasi dana desa kami arahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan usaha produktif. Ini penting agar warga memiliki sumber pendapatan yang berkelanjutan,” tutur Arif.
Selain memperkuat ekonomi berbasis desa, pemerintah daerah juga mendorong program padat karya di sektor infrastruktur yang menyerap tenaga kerja lokal.