Secara teknis, pemeriksaan dilakukan dua kali dalam setahun. Biasanya dimulai pada awal tahun ajaran sekitar Agustus, lalu diulang menjelang berakhirnya kegiatan belajar pada Juni atau Juli. Skema ini bertujuan agar kondisi siswa terus dipantau secara berkesinambungan.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi aspek umum hingga deteksi penyakit menular. Dinkes juga membedakan fokus pemeriksaan sesuai jenjang pendidikan.
Untuk siswa SD, perhatian lebih diberikan pada fungsi penglihatan dan pendengaran. Sedangkan bagi siswa SMP, deteksi dini anemia menjadi prioritas utama.
Ellya menegaskan, bahwa langkah ini sangat penting demi memastikan keberlangsungan proses belajar yang lebih optimal.