Meski bertubi-tubi, BMKG menegaskan, bahwa seluruh gempa susulan tersebut tidak memicu potensi gelombang tsunami.
Lebih jauh, BMKG menduga aktivitas seismik yang mengguncang wilayah Sumenep ini berkaitan dengan pergerakan Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS).
“Sesar RMKS adalah sesar aktif yang membentang dari Rembang, melintasi Pulau Madura, Kepulauan Kangean, hingga Pulau Sakala,” ujar BMKG.
Dengan karakter sesar aktif tersebut, wilayah pesisir timur Madura memang rawan mengalami aktivitas gempa bumi serupa.***