“Mahasiswa jangan sekadar hadir sebagai peserta. Mereka harus ikut berkontribusi dan benar-benar terlibat dalam setiap kegiatan yang digelar selama festival,” ujarnya, Kamis (25/9).
Ia menjelaskan, literasi tidak boleh dipahami sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup keterampilan menganalisis, memahami konteks, hingga menyebarluaskan informasi yang membawa manfaat.
“Harapan kami, mahasiswa UNIBA menjadikan literasi sebagai bagian dari gaya hidup. Buku, diskusi, serta pengetahuan harus selalu akrab dalam keseharian mereka,” tambahnya.
Festival literasi yang digelar di lingkungan kampus ini juga dipandang sebagai momentum penting untuk menghadirkan ruang kreatif dan kolaboratif, yang mempertemukan akademisi, masyarakat, serta pemerintah daerah.