Menurutnya, pengembangan destinasi wisata akan lebih terarah apabila ada kolaborasi erat antara pemda, masyarakat, hingga perguruan tinggi.

“Kami harap desa terus berkoordinasi dengan Universitas Terbuka (UT) Surabaya yang sudah melakukan pembinaan di sini. Dengan begitu, arah pengembangan wisata bisa lebih terukur,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iksan menyampaikan bahwa peluang investasi di Pantai Galung tetap terbuka bagi pihak swasta yang berminat menanamkan modal.

Namun ia menekankan agar pola kerja sama yang dijalankan harus sesuai regulasi serta tidak menimbulkan ikatan yang merugikan pihak desa maupun masyarakat.