"Itu bisa jadi bukan bergizi gratis, malah bikin orang sakit. Bisa seperti yang di Pamekasan, ada siswa keracunan," tegas Ketua DPC Hanura Sumenep tersebut.

Ramzi juga meminta agar pihak penyelenggara MBG lebih teliti dan menaruh perhatian serius terhadap aspek kesehatan makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

"Kalau sampai kejadian lagi, bisa jadi ada unsur kesengajaan. Pihak yang berkompeten harus menghentikan itu," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dapur MBG Kecamatan Pragaan, Amin Jakfar, tak menampik adanya permasalahan dalam distribusi makanan tersebut. Ia memastikan evaluasi telah dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.