Kerapan sapi bukan hanya mempererat silaturahmi warga dari berbagai kecamatan, tetapi juga mendukung roda ekonomi lokal. Harapannya, tradisi ini akan terus hidup dan berkembang di masa mendatang,” pungkas Iksan.

Hasil Perlombaan

Pada Golongan Menang, pasangan Bola Api Neraka dari Kecamatan Nonggunong keluar sebagai jawara pertama. Disusul oleh Kembang Api Jektor asal Manding di posisi kedua, dan Berekay Griduh dari Guluk-guluk yang harus puas di peringkat ketiga.

Sementara itu, di Golongan Kalah, gelar juara diraih oleh Kereta Malam dari Kecamatan Batuputih. Posisi kedua ditempati DRT Malindos asal Nonggunong, sedangkan Bar-bar Oke Gas dari Kecamatan Gayam berhasil menempati posisi ketiga.

Ajang Kerapan Sapi Sumenep 2025 pun menegaskan bahwa tradisi bukan hanya diwariskan, melainkan terus tumbuh sebagai kebanggaan budaya, pemacu prestasi, dan penggerak ekonomi masyarakat.***