Menurutnya, pengakuan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menjalankan perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Penghargaan ini tidak bisa hanya dipandang sebagai kebanggaan pribadi. Bagi saya, ini adalah tanggung jawab moral untuk menerapkannya dalam upaya membangun Sumenep melalui perencanaan yang berkesinambungan,” ujarnya pada Kamis, (21/8).
Lebih jauh, Arif juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar tidak berhenti meningkatkan kapasitas diri, baik di tingkat regional maupun internasional.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki demi kepentingan masyarakat luas.