“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang kolaborasi yang mempertemukan budaya, kuliner, dan kreativitas masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa produk lokal bisa bersaing dan menjadi kebanggaan Madura,” ungkapnya, Minggu (31/8) malam.

Festival yang memasuki tahun ketiga ini mengusung konsep inklusif, menghadirkan beragam agenda seperti Gosumenep Fun Run 5K, Sweet Model Anniversary, Madura Night Vaganza, Festival Tembakau Madura, hingga Sumenep Batik Festival.

Seluruh rangkaian dirancang untuk memadukan tradisi dan modernitas, sekaligus mendorong geliat UMKM dan sektor pariwisata. Arinna menilai, partisipasi pelaku usaha lokal dalam festival budaya semacam ini sangat penting.

Menurutnya, produk kuliner tidak sekadar makanan, melainkan juga identitas daerah yang bisa dikenalkan ke wisatawan domestik maupun mancanegara.