Dalam kesempatan itu, Khofifah menekankan bahwa percepatan penanganan kasus campak harus dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.
Ia menjelaskan, pola koordinasi berjalan dalam dua arah, vertikal dan horizontal. Secara vertikal, Kementerian Kesehatan dan Pemprov Jatim sudah turun tangan, ditambah dukungan lembaga dunia seperti WHO dan UNICEF.
Sementara secara horizontal, sinergi dibangun dengan Pemkab Sumenep, jajaran dinas terkait, hingga aparat TNI-Polri.
“Kuncinya adalah kerja terpadu dan saling terintegrasi. Dengan begitu, kita bisa mempercepat penanganan kasus ini,” tegasnya.
Khofifah juga mengulas data kematian akibat campak di Sumenep. Dari 17 anak yang meninggal, 16 diketahui sama sekali belum pernah menerima imunisasi, sedangkan satu anak lainnya hanya mendapatkan vaksin yang tidak tuntas.