Sejumlah awak media sudah menunggu untuk melakukan wawancara singkat dengan Khofifah di depan rumah dinas.
Lonjakan kasus campak di Sumenep memang cukup mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur per 21 Agustus 2025 mencatat ada 2.035 kasus suspek, 159 terkonfirmasi positif, serta 17 anak meninggal dunia.
“KLB Campak yang terjadi di Sumenep menjadi perhatian kita bersama. Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumenep, Dinas Kesehatan Jatim, serta dengan Kemenkes,” tegas Khofifah, Sabtu (23/8) siang.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyalurkan 9.825 botol vaksin MR untuk kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI).
Program ORI akan dilaksanakan serentak di 26 puskesmas di wilayah Sumenep mulai 25 Agustus hingga 14 September 2025. Anak-anak usia 9 bulan sampai 6 tahun menjadi prioritas penerima vaksin.