“Merayakan kemerdekaan tidak cukup hanya lewat simbol-simbol. Kita harus mewujudkannya melalui kerja keras. Bapenda berkomitmen mengelola potensi daerah secara transparan dan akuntabel, sehingga hasilnya benar-benar kembali kepada rakyat,” timpalnya menambahkan.

Penampilan Faruk dengan pakaian adat Bugis menjadi perhatian di tengah jajaran pejabat lainnya yang kompak mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah.

Banyak pihak menilai langkah ini sebagai bentuk semangat inklusif, menegaskan bahwa kemerdekaan adalah milik semua warga tanpa membedakan latar budaya.

Dengan demikian, ucapan selamat HUT ke-80 RI dari Kepala Bapenda Sumenep bukan sekadar formalitas.