Di tengah derasnya arus globalisasi, ia menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai benteng identitas sekaligus magnet bagi pariwisata berkelanjutan.
“Jika kita lalai menjaga tradisi, generasi berikutnya hanya akan menjadi penonton di negeri sendiri. Padahal, masa depan budaya dan pariwisata Sumenep terletak di tangan generasi muda, yang bisa menjadikannya kebanggaan bagi Indonesia,” ujarnya.
Lebih jauh, Iksan mengajak agar momentum HUT ke-80 RI menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, komunitas, dan dunia usaha.
“Olahraga mencetak generasi yang sehat dan tangguh, sementara budaya dan pariwisata mendorong ekonomi kreatif. Ketiganya, jika dikelola dengan serius, dapat menjadi penggerak kemandirian daerah sekaligus kontribusi nyata Sumenep untuk Indonesia,” tambahnya.