Di antara ketiganya, rekening kas menjadi pondasi pertama yang menentukan kelancaran administrasi maupun arus keuangan koperasi.

Adapun untuk kebutuhan pembiayaan dan pelunasan pinjaman, KDMP akan bekerja sama langsung dengan bank penyalur yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun Bank Pembangunan Daerah (BPD). Di Sumenep, bank penyalur tersebut meliputi BRI, BNI, Mandiri, dan Bank Jatim.

“Kalau urusan pinjaman tergantung bank penyalurnya. Tapi untuk kas harian koperasi, kami dorong koperasi untuk menggunakan BPRS. Karena akses dan jangkauannya paling memungkinkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ramli menegaskan, bahwa kebijakan ini sejalan dengan misi pemerintah daerah untuk memperkuat ekosistem perekonomian desa melalui koperasi yang berbasis partisipasi masyarakat.