“Kami berharap setiap ruang belajar menjadi pusat inovasi. Sekolah bukan lagi tempat menjejalkan materi, tapi menjadi taman tumbuhnya logika, karakter, dan keberanian berekspresi,” terang Fairusi penuh keyakinan.

Sumenep" class="inline-tag-link">Dinas Sumenep" class="inline-tag-link">Pendidikan Sumenep pun memastikan bahwa pelatihan ini bukan kegiatan seremonial belaka.

Melalui Bidang GTK, mereka akan terus memberikan pendampingan dan mengembangkan program-program pelatihan lanjutan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas SDM di Sumenep.

Respons peserta pun sangat positif. Banyak guru merasa bahwa pendekatan Deep Learning ini mampu menjadi solusi atas kebuntuan yang mereka alami selama ini dalam mengelola pembelajaran, terutama di era digital yang cepat berubah.