"Istrinya sudah sering mengeluh kepada Kepala Desa, tapi tak pernah digubris. Alasannya demi menjaga nama baik keluarga," ujar MW.
Melihat situasi yang semakin memanas dan menjadi perhatian publik, MW mendesak agar tindakan tegas diambil terhadap keduanya sesuai dengan aturan adat yang berlaku di desa.
"Ini harus ada konsekuensinya. Menurut adat di desa kami, pelaku perselingkuhan seperti ini wajib diarak keliling kampung sebagai bentuk sanksi sosial. Selain itu, tentu akan ada hukuman dari pemerintah daerah," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Sakala, Bukhari Muslim Mandar, belum memberikan keterangan apa pun.
Pesan WhatsApp yang dikirim awak media telah dibaca, namun belum ada balasan. Sementara saat dihubungi via telepon, nomor yang bersangkutan dalam kondisi tidak aktif.***