"Pada tahun ini. Kami mengimbau untuk orang tua mengantarkan ananda di hari pertama MPLS sampai ke dalam kelas. Lalu memberi label nama pada tempat duduk dan loker tempat buku ananda," tutur ustaz Iftikhar Ali.
MPLS hari pertama ini diisi dengan berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan, seperti perkenalan antar siswa, tur lingkungan sekolah, serta sesi motivasi bersama guru-guru tahfidz. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
"Untuk kegiatannya, ada menguatkan karakter dan profil lulusan atau Kebiasaan Anak Indonesi Hebat (7KAIH)," pungkasnya.
Dengan dimulainya MPLS ini, SDT2Q Insan Permata Mulia berharap mampu mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia sejak bangku sekolah dasar.***