“Petugas kami akan menegur langsung jika mendapati masyarakat membuang sampah ke sungai. Namun sayangnya, masih ada warga yang melakukannya diam-diam, biasanya saat dini hari,” tutur Eri belum lama ini, Jumat (11/7).

Ia menyebutkan, jenis sampah yang paling sering ditemukan adalah popok bayi sekali pakai, pembalut, dan limbah plastik. Sampah-sampah tersebut menyebabkan sungai dangkal dan aliran air menjadi terhambat, yang pada akhirnya bisa memicu banjir serta mengganggu kondisi jalan di sekitarnya.

Untuk menangani permasalahan jalan berlubang, PUTR juga membentuk Satgas Tutup Lobang yang beranggotakan sembilan orang.

Satgas ini secara rutin melakukan penambalan jalan rusak di berbagai titik dalam kota. Meskipun jumlah anggotanya masih terbatas, Eri memastikan bahwa pihaknya akan menambah personel demi mempercepat perbaikan.