“Promosi pariwisata saat ini sudah tidak bisa lagi dilakukan dengan cara konvensional. Media sosial adalah alat tercepat dan paling efektif untuk memperkenalkan pesona wisata daerah. Anak muda harus mampu memanfaatkan kreativitasnya untuk mengenalkan daerah kita. Karena ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga soal efek positifnya terhadap roda perekonomian warga,” tegas Muhyi, Selasa (8/7).

Selama pelatihan berlangsung, peserta dibekali dengan berbagai ilmu praktis. Mulai dari teknik pembuatan konten visual yang menarik, menulis caption yang menggugah rasa penasaran, pemanfaatan tagar (hashtag) yang strategis, hingga cara membaca dan memanfaatkan algoritma platform agar konten mereka bisa menjangkau audiens yang lebih luas.

Tak hanya teori, peserta juga langsung terjun untuk mempraktikkan keterampilan mereka di lokasi pelatihan dengan membuat konten real-time yang mencerminkan potensi wisata setempat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata sumenep" class="inline-tag-link">Disbudporapar Sumenep, Andri Zulkarnain, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membangun jaringan promosi wisata yang kuat dan berbasis pada kreativitas pemuda.

“Generasi muda punya keunggulan dalam mengikuti perkembangan teknologi digital dan lebih mampu menyampaikan pesan yang sesuai dengan karakter zaman. Karena itu, penting bagi mereka untuk mendapatkan bekal dalam mengelola konten wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tapi juga memberi informasi yang relevan dan menggugah,” terang Andri.