Selain pembaruan dalam aspek pengobatan, digitalisasi juga menjadi bagian dari reformasi layanan RSUDMA Sumenep.

Sistem antrean kini diatur secara elektronik, pendaftaran poliklinik dapat dilakukan secara daring, dan metode pembayaran telah difasilitasi melalui virtual account untuk mempercepat proses layanan dan memangkas antrean.

“Semua langkah ini kami ambil untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi pasien,” ungkap Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, pada Minggu (6/7).

Tak hanya fokus pada pengobatan umum, RSUDMA Sumenep juga telah membuka layanan medis spesialistik seperti Klinik Nyeri, layanan kemoterapi, hingga unit patologi anatomi sebagai bentuk perluasan pelayanan yang lebih komprehensif.