Ia juga menambahkan, bahwa pendekatan layanan konseling saat ini telah berkembang, mencakup aspek psikologis, sosial, hingga nilai-nilai budaya dan spiritual.
"Kami sengaja merancang pelatihan ini agar bersifat praktis. Harapannya, guru bisa langsung menerapkannya di ruang kelas. Peran mereka bukan sekadar pengajar, tetapi juga pendengar yang hadir sepenuh hati, bukan semata-mata sebagai pemberi penilaian," tuturnya.
Melalui pelatihan ini, para pendidik diharapkan mampu membentuk suasana belajar yang aman dan kondusif serta mampu mendeteksi dan menangani permasalahan psikososial yang mungkin dihadapi siswa sejak dini.***