Di sisi lain, Iksan menyampaikan, bahwa kegiatan seperti PSM merupakan bagian dari upaya kolektif untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai kultural yang hidup di tengah masyarakat Sumenep.
“Ketika mahasiswa mampu menggelar kegiatan seperti ini, itu menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya daerah. Kami mendorong agar setiap agenda seni yang digelar, baik oleh komunitas maupun institusi, bisa menggali lebih dalam potensi kesenian tradisional yang kita miliki,” kata Iksan dalam sambutannya.
Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat, PSM ke-9 diharapkan dapat menjadi wadah yang konsisten dalam merawat dan mengembangkan kekayaan seni-budaya Madura.***