Dari seorang “kuli ketik” yang harus membagi waktu antara meliput dan mengedit, hingga dipercaya memimpin MaduraPost sebagai CEO.
“Profesi ini bukan hanya tentang menulis, tapi tentang keberanian menjaga integritas,” ujar Marul, dengan nada serius namun bersahabat, kala itu.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme dalam jurnalisme. Baginya, wartawan bukan sekadar penyampai berita, tapi penjaga nurani publik.
“Kode etik itu bukan formalitas. Ia adalah nyawa dalam setiap karya jurnalistik,” katanya.