"Ketahanan dan kemandirian pangan ini bukan semata tugas pemerintah, tapi butuh kontribusi dari semua elemen, termasuk media. Dengan kerja sama yang erat, saya optimistis Jawa Timur dapat menjadi pusat produksi pangan, bahkan untuk pasar global," tegas Chainur, yang juga masuk sebagai nominator dalam ajang SMSI Sumenep Award 2025 untuk kategori Inovasi Pertanian Digital yang akan digelar 28 Mei mendatang.

Ia menambahkan, Kabupaten Sumenep memiliki potensi besar di bidang pertanian. Tidak hanya dalam budidaya padi, tetapi juga sektor perkebunan dan hortikultura, seperti bawang merah serta aneka sayuran lainnya, yang tersebar di wilayahnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Jatim, Sokip, mengapresiasi komitmen Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">DKPP Sumenep dalam mempererat sinergi dengan insan media, khususnya dalam menyukseskan target swasembada pangan pada 2027.

"Kami di SMSI tentu mendukung penuh program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo. Dengan adanya kemitraan ini, saya percaya Sumenep" class="inline-tag-link">DKPP Sumenep akan mampu berperan besar dalam menyuplai kebutuhan pangan, baik untuk Jawa Timur maupun tingkat nasional," kata Sokip, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PWI Jatim Bidang Kerja Sama.