“Dengan tren seperti ini, artinya generasi muda Sumenep semakin memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan lebih panjang, termasuk hingga ke perguruan tinggi,” terangnya.

Agus menegaskan, bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sejumlah inisiatif yang telah dijalankan oleh pihaknya, seperti program bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga prasejahtera serta penerapan teknologi digital untuk mendukung pembelajaran di wilayah pelosok.

Ia berharap, capaian ini tidak hanya berhenti pada angka statistik semata, namun benar-benar mampu memberikan dampak terhadap perbaikan kualitas hidup masyarakat Sumenep.

“Capaian ini harus kita maknai lebih dari sekadar data. Ini harus menjadi pemicu transformasi kesejahteraan warga melalui pendidikan,” pungkasnya.

Menurut Agus, sinergi antar pemangku kepentingan sangat dibutuhkan agar sistem pendidikan di Sumenep dapat terus berkembang.