Respons masyarakat sangat positif. Puluhan rumah ikut serta, masing-masing dihias dengan penuh kreativitas dan semangat kebersamaan.

“Yang utama bukanlah menjadi juara, melainkan bagaimana kita kembali merawat lingkungan dan nilai-nilai budaya kita,” ucap Taufiqurrahman, Penjabat Kepala Desa Sukajeruk, saat memberikan sambutan dalam acara penutupan lomba, Minggu (20/4).

Ia menambahkan, bahwa kegiatan seperti ini merupakan cara efektif untuk menghidupkan kembali tradisi gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Mandar.

Menurutnya, Boyang Siammasei lebih dari sekadar kompetisi dekorasi rumah, ia adalah wujud dari identitas kolektif.