Warga meminta untuk dilibatkan dalam proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) agar kebutuhan riil mereka bisa terakomodasi.
Selain itu, mereka juga mendesak penambahan pembangkit listrik, penyediaan fasilitas kesehatan yang layak termasuk ambulans laut, perbaikan data kependudukan, serta upaya serius dalam pemberantasan narkoba.
Ahmad Juhairi menegaskan, bahwa reses bukan hanya ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, melainkan juga sebagai sarana untuk mengevaluasi kinerja para wakil rakyat.
“Bagi saya, reses bukan hanya sekadar ruang bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya, tapi juga ruang untuk menyampaikan evaluasinya terhadap kerja-kerja wakil rakyatnya,” tegas Juhairi, Rabu (16/4).
Menurutnya, berbagai aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan menjadi bahan penting dalam mendorong kebijakan dan program yang lebih berpihak pada masyarakat kepulauan.***