Menurutnya, keberadaan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjajakan berbagai menu berbuka menjadi daya tarik tersendiri.
"Saat ke bazar takjil, saya bisa lebih leluasa memilih makanan yang dibutuhkan," ungkapnya pada Selasa (18/3).
Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan menyampaikan, bahwa festival ini bukan sekadar ajang kuliner, tetapi juga berperan dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
"Ada ratusan pedagang yang ikut serta dalam acara ini. Alhamdulillah, setiap hari dagangan mereka selalu laris diserbu pengunjung," jelasnya.