Ia menambahkan, bahwa peran ibu sangat besar dalam menyampaikan informasi kepada keluarganya. Dengan memahami pentingnya pemilu, mereka diharapkan bisa mengajak suami, anak, dan anggota keluarga lainnya untuk menggunakan hak pilihnya.

Selain perempuan, kelompok pemilih pemula juga menjadi perhatian KPU. Sosialisasi dilakukan untuk memperkenalkan mereka pada proses demokrasi serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan mereka dalam Pilkada.

"Kami tak hanya menyasar kaum ibu, tetapi juga aktif melakukan pendekatan ke pemilih pemula, pelajar, pemuda, dan masyarakat umum," jelasnya.

Muhlis menegaskan, bahwa upaya sosialisasi ini dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai tingkatan, mulai dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), hingga komunitas lokal.