Sementara itu, Kepala Badan Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, menuturkan bahwa masyarakat menunjukkan minat yang sangat besar terhadap pasar murah ini.
"Alhamdulillah, animo masyarakat sangat tinggi. Mereka membutuhkan harga yang lebih terjangkau, apalagi di bulan Ramadhan ketika pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat," jelasnya.
Menurutnya, jika lonjakan harga dibiarkan tanpa campur tangan pemerintah, daya beli masyarakat bisa menurun dan berpengaruh pada kondisi perekonomian daerah.
"Operasi pasar menjadi salah satu strategi untuk menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan barang di pasaran," tambahnya.