Ia menambahkan, gelombang pertama peserta akan menjalani magang selama 60 hari sebagai pengganti mata kuliah. Seleksi ketat diterapkan demi memastikan kualitas peserta.

"Mahasiswa harus melewati serangkaian tes, termasuk tes bahasa dan budaya, bakat dan minat, psikologi, tes potensi akademik, serta wawancara akhir," ujarnya.

Penguasaan bahasa Inggris menjadi syarat utama, mengingat ini akan menjadi bahasa komunikasi selama program berlangsung.

"Demi kelancaran program, seluruh kebutuhan administrasi mulai dari paspor, transportasi, hingga akomodasi akan ditanggung oleh kampus," imbuhnya.