Pasalnya, ia mengakui bahwa banyak koperasi yang mengalami stagnasi, bahkan hampir tidak beroperasi, sehingga diperlukan langkah konkret untuk memastikan koperasi yang ada bisa berjalan dengan baik dan dapat dipercaya.
"Banyak koperasi yang hanya sekadar berlabel koperasi, tetapi tidak menjalankan sistem koperasi yang sebenarnya. Padahal, koperasi memiliki regulasi yang harus dipatuhi agar dapat benar-benar berfungsi untuk kesejahteraan anggotanya," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya membangun koperasi yang berdaya, yaitu koperasi yang mampu menghasilkan keuntungan dari usahanya dan mengembalikan hasilnya kepada anggota.
Sebaliknya, koperasi yang hanya menggunakan nama koperasi tanpa menjalankan prinsip usaha bersama serta tanpa mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tidak dapat disebut sebagai koperasi yang sesungguhnya.