Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia, baik di puskesmas, posyandu, maupun ILP, karena semuanya gratis.

Ellya juga menekankan, bahwa ILP bukan sekadar menghadirkan layanan kesehatan di Puskesmas, tetapi juga memastikan tenaga medis proaktif mendatangi rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar.

"Jadi, bukan hanya masyarakat yang datang berobat ke puskesmas, tetapi tenaga kesehatan juga turun langsung ke rumah-rumah,” ungkapnya.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan ILP, Ellya mengatakan, bahwa program ini memerlukan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pemerintah desa dan masyarakat di tingkat dusun dan kelurahan.

“Keberhasilan ILP tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah desa sangat penting agar implementasi program ini berjalan efektif,” tukasnya.***